Belum terbiasa jd beda

2 hari yg lalu tarawih ramadhan dihari kedua, pengen coba pakai mukena cantik shahnaz yg udah lama dibeli tapi belum pernah dimanfaatkan.

Mukenanya terdiri dari 2 potong, yg atas berwarna kuning dgn bunga kecil2x yg cantik dan untuk rok bagian bawah berwarna pink. Bukan warna yg biasa untuk sebuah mukena pada umumnya. Tp itulah yg ditawarkan oleh si produsen.

Waktu aku datang kemasjid, shaf2x masih terlihat kosong namun keriuhan bocah2x yg sdg bercanda diberanda masjid sudah mulai terasa. Aku segera mengambil tempat spt hari kemaren, di baris ke 6 dibawah kipas angin…

Tidak lama kemudian suara khotib terdengar lantang menyerukan agar kita segera bersiap2x utk melakukan sholat isya berjamaah. Sesaat aku menyapu pandangan ke shaf belakang yg sudah penuh dgn jamaah wanita.
Semuanya memakai mukena berwarna putih atau putih tulang. Ahh..sudahlah bukankah tujuanku datang ke masjid ini adalah untuk menemuiNya, Dia tidak pernah melihat pakaian apa yg kita kenakan.
Tibalah waktuku untuk mengenakan mukena berwarna itu…beberapa jamaah wanita dewasa melihatku namun mereka segera mengambil posisi utk takbir dan melanjutkan sholatnya.
Setelah sholat isya selesai, spt biasa imam menuntun kami utk berdoa. Beberapa kali aku melihat anak kecil dgn sengaja menoleh kebelakang utk melihatku..sesaat saja.
Dalam hati (mikir.dot.com) mukena yg aku pake ternyata mencuri perhatian beberapa orang meski sesaat, bukannya jika kita sedang bersamaNya, Dia tidak suka diduakan..

Ahhh…ternyata aku belum terbiasa menjadi beda..

Advertisements


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s